Klasifikasi Bentuklahan

Sumber Gambar: diariodeunjovenpoeta.blogspot.com

Arifroziqin.com – Pemandangan yang indah memiliki makna yang berbeda-beda pada setiap orang, tergantung sudut pandangnya. Bagi orang yang menekuni bidang fotografi, pemandangan dapat dianggap sebagai suatu gambar yang bernilai seni sangat tinggi. Seorang geologis pemandangan yang indah mungkin dilihat dari sudut pandang batuannya, apakah terdapat mineral yang bersifat ekonomis, apakah memiliki bahaya bencana alam tinggi, dan sebagainya. Satu objek kajian dengan berbagai sudut pandang tentu saja akan menghasilkan beraneka ragam makna.

Pada kali ini ulasan yang dilakukan dengan sudut pandang lainnya yaitu geomorfologi yang memiliki objek kajian bentuklahan. Verstappen (1983) membagi bentuklahan menjadi beberapa bagian seperti berikut ini:

Bentuklahan Struktural
Bentuklahan ini terbentuk akibat pengaruh asal proses (genesa) aktivitas endogen seperti lipatan.

Sumber Gambar: keisuke-mishima.blogspot.com

Bentuklahan Vulkanik
Bentuklahan ini terbentuk akibat asal proses (genesa) gunungapi.

Sumber Gambar: fototerbaru.org

Bentuklahan Denudasional
Bentuklahan ini terbentuk akibat proses pengikisan yang sangat kuat atau juga dikenal dengan istilah proses geomorfik seperti erosi dan gerakan massa.

Sumber Gambar: informasi-penelitian.blogspot.com

Bentuklahan Fluvial
Bentuklahan ini terbentuk akibat proses aliran air.

Sumber Gambar: ifanhawans.wordpress.com

Bentuklahan Marin
Bentuklahan ini terbentuk akibat pengaruh proses dari laut.

Sumber Gambar: ferpiink.blogspot.com

Bentuklahan Aeolin
Bentuklahan ini terbentuk akibat pengaruh proses angin.

Sumber Gambar: labgeospasial.blogspot.com

Bentuklahan Solusional
Bentuklahan ini terbentuk akibat pengaruh proses pelarutan.

Sumber Gambar: petrasawacana.wordpress.com

Bentuklahan Glacial
Bentuklahan ini terbentuk akibat pengaruh proses air es.

Sumber Gambar: ahsinmuslim.wordpress.com

Bentuklahan Antropogenik/Organik
Bentuklahan ini terbentuk akibat pengaruh proses yang berasal dari aktivitas manusia.

Sumber Gambar: www.tribunnews.com

Perkotaan terbentuk akibat adanya berbagai aktivitas manusia, sehingga dapat dikatakan sebagai salah satu bentuklahan antropogenik.

Sumber Gambar: sinauseni.wordpress.com

Mangrove adalah salah satu bentuklahan organik.

Pada setiap klasifikasi terdapat kata kunci yang dibedakan menjadi dua yaitu asal proses dan proses, keduanya memiliki makna yang berbeda. Perbedaan tersebut terletak pada asal usul (genesa) yang mempengaruhi terbentuknya suatu bentuklahan. Bentuklahan vulkanik misalnya lebih dipengaruhi oleh asal usul material penyusun yaitu andesit yang merupakan batuan beku (material dari gunungapi yang membeku). Bentuklahan seperti ini lebih tepat dengan istilah asal proses. lain halnya dengan bentuklahan fluvial dan sebagainya. Bentuklahan ini terbentuk lebih ditekankan pada proses yang terjadi. Bentuklahan denudasional misalnya terbentuk lebih disebabkan oleh faktor proses pengikisan di permukaan seperti erosi dan gerakan massa.

Demikianlah ulasan dari saya mengenai klasifikasi bentuklahan. Semoga bermanfaat.

Arif Roziqin Official Website. Terima Kasih Telah Berkunjung.

The Author

Arif Roziqin

Semangat Berkarya dan Terus Belajar dengan Motto "Luaskan Wawasan Sempitkan Dunia"

2 Comments

Add a Comment
  1. wah sepertinya butuh waktu yang senggang untuk bisa lebih memahami Klasifikasi bentukan nya nih pak.
    ilmu banget jadi kudu serius bacanya, besok lagi ajah deh yah.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>

Arif Roziqin Official Website © 2014- Luaskan Wawasan Sempitkan Dunia Frontier Theme