Kuliah S2 4 Tahun, Jawabannya Tidak

Sumber Gambar: hmp.pasca.ugm.ac.id

Arifroziqin.com – Isu yang berkembang mengenai lama waktu kuliah S2 menjadi 4 tahun cukup mengagetkan masyarakat. Beberapa diantaranya berfikir ulang untuk melanjutkan studi. Sebagian lagi mempertanyakan kebijakan yang dikeluarkan oleh Ditjen Dikti. Masyarakat yang resah ditambah lagi pemberitaan media yang cukup membesar-besarkan semakin menambah kepanikan di tengah masyarakat.

Keresahan yang berlangsung di tengah masyarakat untungnya tidak berlangsung lama. Untuk meredam segala isu yang tengah berkembang, maka Dikti mengeluarkan surat edaran perihal penjelasan tentang standar nasional pendidikan tinggi untuk program pascasarjana. Dari surat edaran yang dikeluarkan Dikti dapat diambil kesimpulan bahwa lama waktu kuliah S2 selama 4 tahun jawabannya TIDAK BENAR.

Berdasarkan surat edaran Dikti Nomor 526/E.E3/MI 2014 tertanggal 17 Juni 2014 memang ada perubahan dalam jumlah SKS untuk program Magister menjadi 72 SKS, dengan komposisi sebagai berikut:

Perkuliahan                               : 32 sks
Proposal Tesis                          : 5 sks
Penelitian dan Penulisan Tesis : 20 sks
Seminar                                     : 5 sks
Karya Ilmiah                              : 10 sks

Total 72 sks

Berdasarkan komposisi sks, maka sebagian besar sks terletak di bagian penelitian (research). Kegiatan perkuliahan atau mata kuliah kurang lebih 32 sks.

Analisis dan Asumsi

  1. Pemberitaan media yang menyatakan kuliah S2 selama 4 tahun hanya melihat dari besarnya jumlah sks. Media menganggap bahwa 72 sks sebagian besar kegiatan perkuliahan. Jika anggapan seperti ini, maka sebagian besar media tidak melakukan pemberitaan secara komprehensif.
  2. Bertambahnya jumlah sks untuk program magister menjadi 72 sks mengindikasikan bahwa Dikti menginginkan output yang dihasilkan dari penyelenggaraan program pascasarjana dengan menitikberatkan pada kegiatan penelitian dan publikasi ilmiah.
  3. Dengan memperkuat pada sektor penelitian diharapkan dapat menghasilkan penelitian yang mutakhir dan dapat bermanfaat bagi kalangan masyarakat luas.

Demikianlah analisis yang dapat saya sampaikan. Semoga kedepannya kita dapat berfikir secara jernih dan bijak serta melakukan kroscek terlebih dahulu dengan tidak menelan mentah-mentah informasi yang diterima. Semoga bermanfaat.

Arif Roziqin Official Website. Terima Kasih Telah Berkunjung.

The Author

Arif Roziqin

Semangat Berkarya dan Terus Belajar dengan Motto "Luaskan Wawasan Sempitkan Dunia"

43 Comments

Add a Comment
    1. Ya memang seperti itu awalnya menimbulkan kepanikan, tetapi setelah dikeluarkan surat edaran terbaru, maka kepanikan di tengah masyarakat menjadi hilang. semoga kita dapat mencermati setiap info dengan cermat. Terima kasih telah berkunjung. 🙂

    2. Sampai dengan waktu skr di wilayah NTB khususnya diwilatah kabupaten Bima masih beranggapan klw untuk pascasarjanya 4 tahun, oleh karena itu sekian porsen dr masyarakat bima yg mau lanjut ragu ragu….
      sy penasaran ttg isu ini akhirx sy melihat di web dan membaca terutama surat edaran ttsb….
      untuk itu titik terakhir dari mSalah s2 itu tergantung dari kepribadian kita apakah sanggup sampai dua tahun atau lebih…..
      semangat yah semuanya yg lanjut dan ingin mencerdaskan bangsa dan negara…

  1. wah sampai ngoyot tuh kalau s2 selama empat tahun..tapi alhamdulillah, sya masih diberi kesempatan kuliah s2 cuma 4 semester alias dua tahun…hehe

    1. Heee….ya Mas ternyata emang cuma 2 tahun. sks membesar cuma terletak pada penelitian dan publikasi. Terima kasih telah berkunjung 🙂

    1. Ya tujuan pemerintah baik, tinggal bagaimana kita mensikapinya saja. Terima kasih telah berkunjung. 🙂

    1. Ya Kang Muro’i, 4 tahun masa studi cukup menyita waktu dan biaya. syukur itu cuma isu yang dibesar-besarkan media, padahal sebenarnya cuma 2 tahun. Sks terbesar terletak pada penelitian. Semoga bermanfaat. Terima kasih telah berkunjung 🙂

  2. hmmm..informasinya berarti slah selama ini ya mas, kebetulan saya masih 2 semester, jadi dengan adanya edaran diatas, jadi gak ragu lagi untuk melanjutkan ke jenjang pendidikan yang lebih tinggi lagi,

    terimakasih mas

  3. kalau saya sih tidak akan melanjutkan S2 lebih baik lanjutkan bekerja… sudah cukup S1 saya itu mas…

    cari ilmu di luar lebih baik, karena langsung pengalaman dan lapangan terus guru atau dosen kita… 😀

  4. Semoga saja dengan perubahan aturan semakin membawa kebaikan bukan malah menyulikan. Karena kebanyakan yang saya alami dengan dalih peraturan itu menyulitkan dan ujung ujungnya dimanfaatkan oknum.
    Maap jika ga nyambung karena saya pendidikan juga sampai S2 tapi saya tempuh sembilan tahum lamanya

  5. Baru tau kalau ada isu itu 🙁 untungnya cuma isu saja ya, Mas. Setau sy seh emang dua tahun, selain menghemat waktu/biaya jg dituntut keseriusan di dalamnya dengan waktu yang hanya dua tahun 🙂

    1. Ya kemarin ada surat edaran klarifikasi…, memang terjadi perubahan besaran jumlah sks menjadi 72 kurang lebih. kondisi ini dianggap menjadi lama studinya, padahal sks lebih ke penelitian. Terima kasih telah berkunjung 🙂

  6. wah2, mikir lagi deh buat S2, S1 saja sudah mau ada program lulus 5 tahun kalau gak DO, kasihan buat yg studi di teori2 sulit yg butuh lebih dari 4 tahun kuliah. Apalagi S2 4 tahun kuliah.

    1. Kemarin2 cuma isu.., tp sudah di klarifikasi oleh Dikti. Kalo yang S1 itu 5 tahun malahan bagus Mas, karna 5 tahun itu batas studi maksimalnya. Dikti prihatin banyak mahasiswa yang masa studi sampe 6 bahkan 7 tahun. Hal tersebut kadang juga kelalaian dari dosen sendiri. Pengalaman yang saya lihat sih. Terima kasih telah berkunjung. 🙂

  7. <