Geomorfologi

Sumber Gambar: diariodeunjovenpoeta.blogspot.com

Definisi
Arifroziqin.com – Geomorfologi berasal dari bahasa yunani yaitu:

Ge        : Bumi

Morphe : Bentuk

Logos    : Uraian

Secara etimologis, maka geomorfologi adalah uraian mengenai bentuk bumi sebatas bentuk permukaan saja.

Geomorfologi adalah ilmu tentang bentuklahan di permukaan bumi baik diatas maupun di permukaan laut serta terkait dengan sifat dasar, genesis, proses perkembangan,susunan material dan hubungannya dengan lingkungan (Verstappen, 1983). Atas dasar definisi yang telah dijelaskan sebelumnya maka kajian utama geomorfologi adalah bentuklahan. Verstappen (1983) membagi bentuklahan berdasarkan asal prosesnya yaitu bentuklahan struktural, vulkanik, denudasional, fluvial, marin, glasial, eolin, solusional, dan organik.

Aspek kajian
Verstappen (1983) juga mengemukakan bahwa ada empat aspek utama di dalam kajian geomorfologi, yaitu (1) geomorfologi statik, yaitu mempelajari morfologi aktual, (2) geomorfologi dinamik, yaitu mengkaji proses-proses yang terjadi pada bentuklahan seperti pelapukan, proses erosi, dan proses gerakan massa tanah dan batuan, (3) geomorfologi genetik, yaitu mengkaji genesis bentuklahan, dan (4) geomorfologi lingkungan, yaitu terkait hubungannya dengan disiplin ilmu lain, termasuk aspek bahaya geomorfologi, seperti longsorlahan.

Pemetaan geomorfologi
Pemetaan geomorfologi berarti memetakan bentuklahan. Untuk memetakan bentuklahan dapat dilakukan dengan menggunakan data yaitu peta RBI, peta geologi, foto udara atau citra penginderaan jauh. Peta RBI digunakan untuk mengetahui relief suatu bentuklahan. Peta geologi digunakan untuk mengetahui litologi permukaan. Foto udara atau citra penginderaan jauh digunakan untuk mengetahui proses geomorfik atau proses-proses yang bekerja di dalam suatu bentuklahan. Proses pengecekan lapangan perlu dilakukan dengan tujuan untuk mengecekan kebenaran data di lapangan.

Implementasi pemetaan geomorfologi
Peta geomorfologi yang telah ada dapat digunakan untuk perencanaan tata guna lahan. Dengan peta geomorfologi arahan penggunaan lahan sudah dapat dilakukan. Dengan tinjauan geomorfologi, maka tata guna lahan yang akan dilakukan berdasarkan karakteristik lahan, sehingga dapat terhindar dari dampak negatif yang ditimbulkan yaitu degradasi lahan. Degradasi lahan atau penurunan kualitas lahan dapat menjadikan lahan menjadi kritis. Lahan yang kritis tentu saja dapat menjadikan lahan tidak mampu berproduksi secara maksimal.

Terapan geomorfologi masih banyak dalam berbagai bidang lain kaitannya dengan berbagai disiplin ilmu lainnya seperti teknik sipil dalam penentuan jalur jalan, geofisika proses erosi dan longsor akibat tenaga endogen, dan lain-lain.

Arif Roziqin Official Website. Terima Kasih Telah Berkunjung.

The Author

Arif Roziqin

Semangat Berkarya dan Terus Belajar dengan Motto "Luaskan Wawasan Sempitkan Dunia"

1 Comment

Add a Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>

Arif Roziqin Official Website © 2014- Luaskan Wawasan Sempitkan Dunia Frontier Theme